Tuesday, June 22

BOLA & CEKO

Euro 2004 sudah memasuki hari yang ke 11. 5 team sudah memastikan diri maju ke perempat final setalah menjadi juara dan runner-up di grup masing-masing. Ceko menjadi team pertama yang menembus babak tersebut setelah mengalahkan Belanda 3-2. Yang menarik adalah pada pertandingan itu Ceko sempat tertinggal 2-0 oleh Belanda. Terus terang Ceko merupakan team favorit gue di kejuaraan ini bersama dengan Inggris. Tadinya gue menjagokan Italia dan Inggris, tetapi setelah 11 hari Euro berlangsung, Italia gagal memikat hati gue. Sementara Ceko dengan permainan menyerangnya yang luar biasa menghibur telah mampu merebut simpati gue.
Ceko secara tradisional memang merupakan negara yang kuat dalam sepakbola. Dua kali runner-up piala dunia 1934 dan 1962 dan runner-up Euro 1996 sudah menunjukkan betapa Ceko (dulu Cekoslowakia) telah menjadi kekuatan tersendiri dalam peta persepakbolaan dunia. Empat tahun yang lalu di Euro 2000 hanya kekurang matangan belaka yang mencegah mereka untuk setidaknya mencapai semifinal. Mereka memang kalah tapi telah menunjukkan sesuatu yang hilang dalam persepakboalaan akhir-akhir ini. Keberanian untuk bermain menyerang walaupun dengan resiko pertahanan menjadi terbuka. Keberanian mengambil resiko ini kembali ditunjukkan di Euro 2004 ini. Namun dengan level kematangan pemain yang telah meningkat. Rosicky telah menjadi playmaker yang matang (empat tahun lalu dalam usia 20 tahun dia terlahir sebagai bakat baru dalam dunia sepakbola), Nedved jadi pemain terbaik Eropa 2003, Baros kembali pada puncak permainannya setelah 5 bulan yang penuh cedera di Liverpool. Intinya secara tim mereka lebih matang dan siap. Pemilihan pola permainannya juga cukup mengejutkan. Di saat banyak negara menempatkan 2 gelandang bertahan, Ceko hanya menempatkan 1 dengan 3 gelandang lainnya bernaluri menyerang sangat tinggi. Gilanya lagi dalam 2 pertandingan yang sudah mereka mainkan, di tengah pertandingan mereka selalu mengganti bek kanannya dengan penyerang ketiga untuk menambah daya gempurnya. Di saat banyak negara takut bermain menyerang dan terbuka, Ceko telah menunjukkan permainan yang diidam-idamkan para penonton. Patron mereka jelas pertahanan terbaik adalah menyerang.
Tapi sepakbola emang kadang tidak adil. Team yang paling menghibur tidak selalu menjadi yang terbaik. Malah kebanyakan team-team seperti ini harus cepat-cepat angkat koper. Dalam perkembangannya memang akhirnya sepakbola sedikit banyak sudah kehilangan gregetnya. Yang membuat itu menurut gue adalah keinginan untuk menang yang terlalu berlebihan sehingga mengabaikan nilai-nilai yang dibawa sepakbola itu sendiri sebagai olahraga. Dalam olahraga menang atau kalah bukanlah hal yang utama. Ada hal-hal yang lebih dari sekedar menang kalah. Ada persaudaraan, sportifitas, semangat dan tentu saja hiburan. Sepakbola sekarang sudah menjadi lebih bisnis daripada olahraga. Sepakbola yang kita saksikan sekarang dimainkan oleh jutawan-jutawan yang mungkin sudah luntur penghayatannya terhadap nilai-nilai olahraga itu sendiri. Bahwa pada akhirnya hasil akhirlah yang menentukan segalanya menjadi sesuatu yang berlaku dalam dunia sepakbola sekarang. Penghambaan akan hasil akhir tersebut memberi dampak sepakbola sekarang menjadi permainan yang penuh dengan strategi yang kaku. Pemain harus patuh sepenuhnya pada pelatih dalam menjalankan taktik tanpa ada ruang untuk berimprovisasi atau setidaknya sangat dibatasi. Mereka akhirnya bagaikan sekumpulan tentara berkostum, bercelana pendek, dengan sepatu pul yang bertempur bukan dengan senapan tapi dengan bola. Kaku!! So, kalo begini terus menerus, dimana lagi akan kita temukan kegembiraan dalam bersepakbola?
Karena itulah di Euro kali ini gue sangat mendukung team2 yang mau keluar menyerang dan tidak takut kalah. Karena menurut gue dengan memiliki sikap tidak takut kalah itu sebenarnya mereka sudah menang!

0 Comments:

Post a Comment

<< Home