Monday, March 5

About Tax

Hari ini, habis waktu memikirkan pajak. Seharian melakukan "perhitungan pajak", mengotak atik SPT 2017 dan ada beberapa hal yang menjadi catatan.

  1. E-filling SPT 1770 dapat dilakukan dengan mendownload dari djp online e-form nya. Kalo SPT 1770 S atau 1770 SS langsung bisa diisi (karena sederhana, sumber penghasilan 1 dan dipotong) maka untuk yang menjalankan usaha bebas harus menggunakan e-form, yang isinya bisa dilakukan offline. Jadi tiap tahun kita harus download, dan ternyata data-data harta kita di SPT tahun sebelumnya sudah ada, jadi hanya perlu menambahi dan mengurangi saja mana harta yang bertambah atau berkurang
  2. Saya terus terang tambah bingung dan masih mumet mikirin gimana sih masukin daftar kekayaan berupa saham atau reksadana. Nilai perolehan itu harus bagaimana ngisinya? kan kita bisa aja mencicil saham/reksadana. Jadi kalau pake nilai pasar pada saat penutupan tahun, sebenarnya sudah akumulasi dari pembelian tahun-tahun sebelumnya juga. Hasil browsing cari metoda belum dapat yang pas. Nampaknya DJP punya PR yang harus diseselesaikan, bagaimana sih cara mengisi harta yang nilai perolehannya berubah-ubah. Kalau mobil atau tanah kan gampang, Kalau uang tunai bagaimana? Saham bagaimana? Akhirnya daripada pusing saya pake asumsi saya sendiri, masukkan saja nilai market di akhir tahun (31 Des) dan tahun perolehannya kita pake tahun laporan SPT nya. Sampai ada pemberitahuan disuruh mengubah, saya pake metoda ini untuk laporan Uang tunai, saham, reksadana, unit link dan sejenisnya. 
  3. Ternyata penghasilan saya dan istri lumayan gede juga (thanks God). Ketika saya info ke istri dia gak percaya, dia bilang kemana aja ya "hilangnya" semua, kok gak ada bekasnya? benarkah demikan? Apakah kami ini boros sekali ya...hehehe Mari kita lihat setelah saya telusuri, ternyata 15% saya masukkan  ke tabungan saham dan reksadana. Terus 11,7% untuk membeli asuransi Unit Link (gede juga ternyata) yang juga ada nilai investasinya. Untuk asuransi kesehatan kira-kira 1%. Untuk cicilan mobil 9.6 % (sisa 1,5 tahun) trus cicilan saham dan rumah kira-kira 10%.  Ternyata 47% digunakan untuk membeli aset (mobil dianggap aset juga karena menopang kerjaan) dan asuransi. Jadi pengeluaran rutin dan lain-lain menggunakan 40-43% pendapatan karena negara dikasih jatah preman 10%. Inginnya sih bisa menambah investasi ke saham sampai 20% dari total pendapatan tahun 2018 ini. 
  4. Target 2018, membuat emergency fund. Saya mau alokasikan khusus 1 reksadana pasar uang untuk emergency fund ini, biar gak kecampur dengan dana saham. Oh iya satu lagi, peer to peer lending kita sudah jalan 3 bulan, walau baru Februari 2018 kita tambah dana agak banyak. Saya mau lihat cash flow di rekening futsal, daripada diendapkan di bank Panin dengan bunga 1 % setahun mendingan kita putarkan di Modalku dengan asumsi dapat 8-10% setahun sudah lumayan. Tapi kita mau lihat cash flow dulu, dikarenakan rayuan gombal marketing Panin selama 2 tahun duit terkunci demi dapat koper harga 2 jutaan. Damn, I still regret that decision!!
  5. Anyway, tahun 2018 awal ini rada berat karena cash flow seret. Jadi saya belum bisa nambah banyak modal ke saham. Mungkin kalau insentif istri 3 bulan sudah cair, saya mau tambah modal ke saham dulu dan sisanya dimasukkan ke reksadana pasar uang dan menambahi ke gereja.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home